blog.rohandi.com

Notes from Wirayudha Rohandi

Buku: Harus Bisa!

without comments

Harus Bisa! Cover Book

Suatu kebetulan ketika saya mengunjungi ruangan seorang kawan di kantornya, saya melihat buku ini tergeletak di atas meja masih lengkap dengan sampul plastiknya, belum disentuh sepertinya. Menurut dia buku itu adalah kenang-kenangan dari petugas aju (advance team) kepresidenan ketika kunjungan presiden RI sebulan lalu ke Berlin.
Melihat buku dengan cover SBY saya langsung tertarik untuk membaca, berhubung saya pikir kawan saya ini terlalu sibuk untuk membaca buku yang lumayan cukup tebal ini, lagi pula saya sudah beberapa bulan ini tidak pernah baca buku yang berupa kertas, biasanya ebook, itu pun tipis-tipis tidak setebal ini.

Pertama baca nama penulisnya, saya langsung mengerutkan dahi, “Siapa sih Dino?”. Di halaman awal-awal diceritakan bahwa dia adalah salah satu dari juru bicara kepresidenan yang bertanggung jawab untuk urusan internasional. Saya pikir juru bicara presiden cuman satu, si Andi berkumis baplang, ternyata bapak Andi si kumis ini cuman bertanggung jawab untuk hubungan dalam negeri dan setelah membaca lebih lanjut buku ini ternyata hubungan internasional negara Indonesia tidak kalah serunya dengan kompleksitas masalah yang ada di dalam negeri.

Kesan pertama yang saya tangkap ketika membaca buku ini adalah kesan subjektifitasnya yang sangat kental, sejauh pengertian saya, tidak ada satupun dalam buku ini yang menceritakan tentang kelemahan atau kekurangan dari presiden SBY. Saya pikir namanya manusia pasti ada sisi kesalahannya, dan hal ini sayang sekali tidak diangkat dalam buku yang banyak disertai foto-foto menarik ini. Padahal kan kalau memang tujuannya pembelajaran kita juga bisa belajar dari kesalahan-kesalahan para pemimpin.

Read the rest of this entry »

Written by wirayudha.rohandi

February 8th, 2010 at 6:12 pm

Tagged with , , ,

Festival Of Lights 2009 Berlin

without comments

Tanggal 17 Oktober diperingati sebagai “Celebration of Diwali” oleh umat Hindu, Diwali dikenal juga dengan istilah “Festival of Lights”. Festival ini diadakan untuk menyambut pulangnya Dewa Hindu “Rama” ke Ayodhya setelah 14 tahun di hutan dan akhirnya memenangkan pertarungan melawan Rahwana, festival ini juga diadakan sebagai “victory of good over evil, of light over darkness”. Lebih lanjut silahkan hubungi wikipedia.

Nah kebetulan tanggal 16-17 Oktober kemaren pun gue keliling Berlin untuk menikmati Festival of Lights, yang jelas Festival of Lights di Berlin keliatannya nggak ada hubungannya sama Diwali yang banyak dirayakan di India. Di Berlin, dari tahun 2005 diadakan festival lampu tahunan dikenal dengan “Berlin Illuminiert” atau “Festival Of Lights”, kebetulan untuk 2009 ini diadakan pada tanggal 14 – 25 Oktober 2009.

Hampir seluruh gedung-gedung bersejarah yang ada di Berlin disorot dengan berbagai macam lampu, beberapa ruas jalan di tengah kota pun disulap oleh pemerintah kota supaya terlihat spektakuler menyambut acara ini, dan memang hasilnya Spektakuler!!

Dibawah ini adalah hasil eksperimen-eksperimen gue, dari mulai single shots, long aperture shots, stitch photos, panorama shots, panorama to flash.

Enjoy!

———

View from my apartment:

Get Adobe Flash player

Kalo yang pengen liat fullscreen : Hi-Res 1920×1080 (Hati-hati : 1.1 Mb file)

Di foto panorama diatas keliatan kan ada garis hijau di atas jalan, itu bukan karena gue iseng buat garis hijau pake penggaris, itu adalah laser yang sengaja ditembakin dari puncak Hotel Andels ke arah Allee Centre, salah satu bagian dari Festival juga.

Ada beberapa lagi foto panorama yang gue nggak tampilin di sini, mengingat ukurannya yang jumbo, mungkin nanti kalo gue nemu solusi yang bagus buat nampilin di halaman blog tapi nggak mengurangi kecepatan loading.

Gue motret kira-kira 150 biji, cuman yang layak ditampilkan hanya 10 biji, rasio yang cukup jauh keliatannya.

Gallery:

Written by wirayudha.rohandi

October 30th, 2009 at 1:09 am

Jam Weasley : OpenGTS

without comments

Kita lanjutkan, temen gw ngasih link OpenGTS Project, katanya sih free, cuman yang bikin malesin codenya dalam bahasa jawa, gw lahir dan besar di bandung jadi sama sekali tidak mengerti dan tidak tertarik untuk belajar bahasa jawa. Tapi ya udah, kita coba.

Pertama, download manual, langkah pertama kata dia minta diinstall JDK, kata temen gw yang punya server, JDK udah terisntall, lewat!

Kedua, dia minta Apache ANT, apa pula ini.  Karena server pake Debian jadi cuman:

apt-get -u install ant

Ketiga, Apache Tomcat, gila ternyata apache banyak jenisnya.

#apt-get install tomcat5.5
#apt-get install tomcat5.5-admin
#apt-get install tomcat5.5-webapps

ketiga perintah berjalan dengan baik. Untuk ngecek navigate ke http://localhost:8180. Jalan! Ini perintah utama:

#/etc/init.d/tomcat5.5 [start | stop | restart]

disuruh setting manager dan user lain, tapi males, leat aja dulu, kita liat jalan apa nggak.

Keempat, JavaMail, beneran deh gw baru denger barang-barang ginian, beneran baru.

Gila, ini baru 1 halaman, semuanya ada 40 halaman. Males ah, cari solusi yang lain, terlalu pusing!

Written by wirayudha.rohandi

October 26th, 2009 at 11:08 pm

Tagged with , ,